• KAKAO INDONESIA merupakan pusat informasi dan jejaring pertama di Indonesia, yang fokus pada komoditas kakao. KAKAO INDONESIA didukung para pakar, praktisi, pabrikan kakao yang ada di Indonesia. Melalui layanan yang disediakan, para pekebun kakao diharapkan bisa mendapatkan informasi teraktual, dan terhubung dengan para pakar kakao terbaik di Indonesia.

    OFFICE: Jl. Duta III no. 11, Pondok Duta I, Cimanggis Jawa Barat. (CALL CANTRE: 085395459624. Email: kakaoindonesia1@gmail.com)

  • Kakao Indonesia menyediakan informasi tentang klon-klon kakao terbaik dan sumber bahan tanam kakao bermutu. Melalui layanan ini, para pekebun kakao di seluruh Indonesia diharapkan bisa memperoleh bahan tanam unggu

     

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkini terkait budidaya kakao. Kami juga siap membantu pekebun kakao yang ingin terhubung dengan praktisi atau para-para ahli kakao terbaik di Indonesia, melalui layanan konsultasi atau pelatihan

    .

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkait pengolahan biji kakao dan pemasaran. Kami juga siap membantu pekebun, kelompok tani, atau GAPOKTAN yang ingin memasok biji kakaonya secara langsung ke "pabrik pengolahan" untuk jumlah besar, dan kepada pemasok besar untuk jumlah yang terbatas. Melalui layanan ini diharapkan para kebun bisa mendapatkan harga jual yang lebih baik.

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday354
mod_vvisit_counterYesterday1692
mod_vvisit_counterThis week8743
mod_vvisit_counterLast week10051
mod_vvisit_counterThis month8743
mod_vvisit_counterLast month17622
mod_vvisit_counterAll days574581

We have: 12 guests online
Your IP: 3.236.50.201
 , 
Today: Aug 06, 2021

Mengupas Gernas Kakao

PDF Print

JAKARTA-KAKAO INDONESIA, “Ekspor kakao Indonesia pada tahun 2012 mencapai 387.77 ribu ton dengan nilai US$ 1,05 Miliar menempatkan kakao sebagai penghasil devisa terbesar ketiga sub sektor perkebunan setelah kelapa sawit dan karet,” ungkap Azwar Abubakar Direktur Rempah dan Penyegar Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian.

Namun meskipun hingga saat ini biji kakao asal Indonesia sebagai pemasok kebutuhan dunia, bukan berarti tidak ada masalah didalamnya. Salah satunya yaitu rendahnya produktivitas, hal tersebut terjadi lebih karena banyaknya tanaman kakao yang sudah tua dan terkena penyakit bahkan sebanyak 94% tanaman kakao yang ada saat ini dimiliki oleh petani. Terbukti, berdasarkan catatan Ditjenbun Kementerian Pertanian bahwa di tahun 2012 dari total luas tanaman kakao yang mencapai 1.732.954 ha sebanyak 172.615 ha Tanaman Tidak Menghasilkan/Tua Rusak (TTM/TR) yang didominasi oleh perkebunan rakyat. Kemudian sebanyak 1.142.302 ha Tanaman Menghasilkan (TM), dan 418.037 ha Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).

Tanaman tersebut rata-rata tersebar di Sulawesi (59,56%), Sumatera (22,24%), Jawa (5,3%), Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Bali (4,05%), Kalimantan (2,450%), Maluku dan Papua (6,45%).

Menurut Azwar, “jadi rendahnya produktivitas tanaman kakao yang ada saat ini karena umumnya tanaman dari tahun sekitar 1980-an, sehingga produktivitasnya sudah menurun.” Maka melalui Program Gerakan Nasional (Gernas) Kakao diharapkan bisa meningkatkan produktivitas. Dengan begitu dengan meningkatnya kebutuhan biji kakao maka pemerintah terus menggenjot produksi.

Adapun program tersebut dilakukan melalui 3 metode yaitu peremajaan, rehabilitasi dan intensifikasi. Hal tersebut perlu dilakukan sebab jika mengacu kepada hasil identifikasi di lapangan tahun 2008 bahwa kurang lebih sebanyak 70.000 ha dengan kondisi tanaman tua, rusak, tidak produktif, dan terkena serangan hama dan penyakit dengan tingkat serangan berat sehingga perlu dilakukan peremajaan.

Kemudian sebanyak 235.000 ha kebun kakao dengan tanaman yang kurang produktif dan terkena serangan hama dan penyakit dengan tingkat serangan sedang sehingga perlu dilakukan rehabilitasi. Dan sebanyak 145.000 ha kebun kakao dengan tanaman tidak terawat dan kurang pemeliharaan sehingga perlu dilakukan intensifikasi. (Sumber: Media Perkebunan)

 

Call Kakao Indonesia 

+6285395459624

+6285395459624 (WA)

kakaoindonesia1@gmail.com

versi

English French German Italian Portuguese Russian Spanish