• KAKAO INDONESIA merupakan pusat informasi dan jejaring pertama di Indonesia, yang fokus pada komoditas kakao. KAKAO INDONESIA didukung para pakar, praktisi, pabrikan kakao yang ada di Indonesia. Melalui layanan yang disediakan, para pekebun kakao diharapkan bisa mendapatkan informasi teraktual, dan terhubung dengan para pakar kakao terbaik di Indonesia.

    OFFICE: Jl. Duta III no. 11, Pondok Duta I, Cimanggis Jawa Barat. (CALL CANTRE: 085395459624. Email: kakaoindonesia1@gmail.com)

  • Kakao Indonesia menyediakan informasi tentang klon-klon kakao terbaik dan sumber bahan tanam kakao bermutu. Melalui layanan ini, para pekebun kakao di seluruh Indonesia diharapkan bisa memperoleh bahan tanam unggu

     

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkini terkait budidaya kakao. Kami juga siap membantu pekebun kakao yang ingin terhubung dengan praktisi atau para-para ahli kakao terbaik di Indonesia, melalui layanan konsultasi atau pelatihan

    .

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkait pengolahan biji kakao dan pemasaran. Kami juga siap membantu pekebun, kelompok tani, atau GAPOKTAN yang ingin memasok biji kakaonya secara langsung ke "pabrik pengolahan" untuk jumlah besar, dan kepada pemasok besar untuk jumlah yang terbatas. Melalui layanan ini diharapkan para kebun bisa mendapatkan harga jual yang lebih baik.

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday421
mod_vvisit_counterYesterday698
mod_vvisit_counterThis week6241
mod_vvisit_counterLast week9533
mod_vvisit_counterThis month23036
mod_vvisit_counterLast month33362
mod_vvisit_counterAll days230543

We have: 6 guests online
Your IP: 3.226.248.180
 , 
Today: Sep 25, 2020

Gernas Kakao Harus Dilanjutkan

PDF Print

TANGERANG-KAKAO INDONESIA. Sindra Wijaya, Presdir BT Cocoa minta supaya gernas kakao dilanjutkan. Kalau tidak dikuatirkan industri yang sekarang sedang berkembang kesulitan bahan baku sehingga tahun 2014 Indonesia malah jadi net importer kakao.

Kapasitas industri terus bertambah sehingga kebutuhan tahun 2012 340.000 ton sedang biji kakao 500.000 ton biji kakao yang diekspor 120.000 ton dan impor kakao 20.000 ton untuk mendapatkan aroma yang kuat saja.

Dengan asumsi produksi staganan 500.000 ton karena tidak ada gernas maka tahun 2013 semuanya diserap di dalam negeri, ekspor biji hanya 20.000 ton saja.

Sedang tahun 2014 kebutuhan industri nasik jadi 600.000 ton dan 2015 700.000 ton sehingga Indonesia akan menjadi importir kakao 100.000 ton tahun 2014 dan 200.000 ton tahun 2015.

Cakupan gernas kakao hanya 30% dari luas areal kakao sehingga perlu ditingkatkan lagi.Dengan melihat evaluasi pada kelemahan program yang lalu maka fokus pada rehabilitasi dan penyuluhan pada petani.

 

Call Kakao Indonesia 

+6285395459624

+6285395459624 (WA)

kakaoindonesia1@gmail.com

versi

English French German Italian Portuguese Russian Spanish