• KAKAO INDONESIA merupakan pusat informasi dan jejaring pertama di Indonesia, yang fokus pada komoditas kakao. KAKAO INDONESIA didukung para pakar, praktisi, pabrikan kakao yang ada di Indonesia. Melalui layanan yang disediakan, para pekebun kakao diharapkan bisa mendapatkan informasi teraktual, dan terhubung dengan para pakar kakao terbaik di Indonesia.

    OFFICE: Jl. Duta III no. 11, Pondok Duta I, Cimanggis Jawa Barat. (CALL CANTRE: 085395459624. Email: kakaoindonesia1@gmail.com)

  • Kakao Indonesia menyediakan informasi tentang klon-klon kakao terbaik dan sumber bahan tanam kakao bermutu. Melalui layanan ini, para pekebun kakao di seluruh Indonesia diharapkan bisa memperoleh bahan tanam unggu

     

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkini terkait budidaya kakao. Kami juga siap membantu pekebun kakao yang ingin terhubung dengan praktisi atau para-para ahli kakao terbaik di Indonesia, melalui layanan konsultasi atau pelatihan

    .

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkait pengolahan biji kakao dan pemasaran. Kami juga siap membantu pekebun, kelompok tani, atau GAPOKTAN yang ingin memasok biji kakaonya secara langsung ke "pabrik pengolahan" untuk jumlah besar, dan kepada pemasok besar untuk jumlah yang terbatas. Melalui layanan ini diharapkan para kebun bisa mendapatkan harga jual yang lebih baik.

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday691
mod_vvisit_counterYesterday559
mod_vvisit_counterThis week1804
mod_vvisit_counterLast week3832
mod_vvisit_counterThis month11604
mod_vvisit_counterLast month19555
mod_vvisit_counterAll days136523

We have: 27 guests online
Your IP: 34.237.76.91
 , 
Today: Sep 17, 2019

Pemerintah Harus Hadir Menghadapi Krisis Kakao Nasional

PDF 

http://3.bp.blogspot.com/-qt4y7W4VIdk/UTWkcLNaf8I/AAAAAAAADWg/2iMWeEV-vPQ/s640/petani+kakao+busuk.jpg

JAKARTA-KAKAO INDONESIA. Saat ini petani kakao Indonesia menghadapi sejumlah tekanan dalam pengelolaan kebun. Jika tidak segera ditangani maka produksi kakao nasional akan cenderung merosot setiap tahunnya.

Ridwan petani kakao di Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menyebutkan jika saat ini petani yang mengubah kakaonya durian. Kemudian saat ini yang tersisa tinggai 20% dari luas areal dari beberapa tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan karena harga komoditi durian lebih menjanjikan sementara pada kakao serangan hama penyakit masih menjadi masalah utama dan harga relatif kurang stabil membuat komoditi kakao mulai ditinggalkan petani.

Sementara Azhar Mahir, pembina kakao dari Sulawesi Tenggara menyoroti masalah lainnya yang cukup mengkhawatirkan soal regenerasi petani. Saat ini para anak muda sudah tidak tertarik untuk berkebun karena berbagai macam kendala tentu ini akan menjadi persoalan terkait keberlanjutan kakao nasional.

Menurut Alosyius Danu, Ketua Umum Masyarakat Kakao Indonesia saat ini Indonesia telah menjadi net impor kondisi yang sebenarnya kondisi yang tidak disukai industri. Sebagian impor karena terpaksa, sebagian lagi karena kebutuhan blending untuk flavor produk. Pasalnya jarak Afrika-Indonesia yang jauh, berakibat naiknya jamur selama perjalanan. Sedangkan harga cenderung sama dengan harga lokal.

Sehingga ia berkesimpulan jika persoalan kakao memang persoalan nasional, namun ia menekankan jika stakeholder harus punya action dan planning.

“Pemerintah harus melakukan Gerakan Penyelamatan Kakao Nasional mengingat kakao merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia dan posisinya sangat strategis terhadap perekonomi Indonesia” tegasnya.

Fokusnya gerakan ini tidak lagi semata-mata pada pemberian bantuan bibit atau pupuk namun pada pengembangan cluster, penguatan kelembagaan, juga menyangkut pendanaan terhadap riset untuk menangani hama dan penyakit kakao.

Mindset gerakan ini selain berupa menyelamatkan kakao rakyat juga menduplikasi keberhasilan petani di berbagai tempat untuk dijadikan model di tempat lain. Seperti misalnya keberhasilan pengembangan kakao organik di Bali, atau di keberhasilan penanganan penyakit Di KSU Mandiri Utama bisa dijadikan contoh.

Selain itu, menurut Danu, kemitraan dengan swasta harus diperkuat untuk mengurangi beban pemerintah. Pasalnya tidak mungkin pemerintah menyelesaikan masalah untuk 1,7 juta ha kakao. Namun kita perlu kebijakan untuk mewujudkan hal tersebut. Dalam gerakan tersebut partisipasi semua pihak menjadi penting tidak hanya swasta dan pemerintah namun juga dari petani maupun perguruan tinggi. Sehingga dengan langkah yang holistik pemerintah penyelamatan dalam dilakukan dalam aksi jangka pendek, menengah dan panjang.

 

Add comment


Security code
Refresh

Call Kakao Indonesia 

+6285395459624

+6285395459624 (WA)

kakaoindonesia1@gmail.com

versi

English French German Italian Portuguese Russian Spanish